Peradaban Islam Pada Masa Nabi Muhammad SAW

             Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekah bertepatan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah (Ada yang menyebutkan sebagian jumhur ulama bahwa Nabi Muhammadi lahir pada tanggal 11 bahkan 10 Rabi’ul Awwal) bertepatan pada tanggal 20 April 571 Masehi. Dinamakan tahun gajah  karena pada waktu itu Raja Abrahah dari Yaman menyerang Ka’bah yang peristiwa penyerangan ini diabadikan pada surat Al-Fiil. Ayah Nabi bernama Abdullah bin Abdul Mutholib dan ibunya adalah Siti Aminah binti Wahhab. 
        Ayah Nabi Wafat saat dia berumur 5 bulan dan ibunya wafat pada umur 6 tahun. Kemudian Nabi diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib selama dua tahun lalu kakeknya meninggal dunia. Lalu pengasuhan nabi selanjutnya adalah oleh pamannya sendiri yaitu Abu Thalib.
       Kenabian Nabi Muhammad SAW sudah terlihat dari kecil hingga tanda kenabiannya bisa dilihat oleh Pendeta Bukhairo saat Nabi berusia 12 tahun saat ia diajak oleh pamannya untuk berdagang ke syiria. Nabi Muhammad SAW akhirnya menikah dengan Siti Khadijah pada usia Nabi 25 tahun dengan perbedaan usia yang terpaut agak jauh dengan Siti Khadijah dimana waktu ia berusia 40 tahun. Dari pernikahan tersebut Nabi dikarunia 3 orang anak laki-laki yang tiga-tiganya meninggal pada saat kecil dan 4 orang anak perempuan.
            Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama oleh Allah SWT pada usianya yang menginjak 40 tahun saat ia berkhalwat di gua hiro dengan wahyu pertamanya dari Allah SWT melalui perantara Malaikat Jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Langkah nabi kemudian setelah mendapatkan wahyu tersebut dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi kepada sanak saudaranya atau teman terdekatnya dimana ia menyampaikan dakwahnya keistrinya tercinta Siti Khadijah dan orang-orang disekelilingnya dimana orang-orang yang pertama beriman tersebut adalah:
  1. Dari kalangan wanita: Siti Khadijah (istri beliau)
  2. Kalangan pemuda/anak-anak: Ali Bin Abi Thalib dan Zaid bin Haritsah
  3. Dari Kalangan budak: Bilal bin Rabbah
  4. Dari kalangan tua/tokoh masyarakat: Abu Bakar Ash-Shidiq
Dan Abu Bakar mengajak kawan karibnya yaitu Utsman bin Affan, Abdurahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan Arqam bin Abil Arqam. Mereka semua yang pertama kali menerima dakwah nabi dan beriman disebut Assabiqunal Awwalun.
      Kemudian dakwah nabi secara terang-terangan dimulai pada turunnya wahyu pada surat Al-Hijr ayat 94 dengan dakwah pertama kalinya di bukit Shafa dan sangat ditentang keras oleh kaum Quraisy dan secara langsung menolak dakwah Nabi hingga terjadi pemboikotan, penyiksaan kepada kaum yang beriman, serta rencana kaum kafir Quraisy untuk membunuh Nabi.
     Perjuangan dakwah Nabi dengan penuh dengan hambatan di kota Mekah tersebut kemudian diwahyukan oleh Allah SWT untuk melakukan hijrah agar menyelamatkan umatnya dari segala bentuk penolakan dakwah Nabi tersebut. Hijrah pertama tersebut adalah ke Habsyi yang diketuai oleh Utsman bin Affan beserta 10 orang laki-laki dan 4 perempuan dan disambut dengan hangat oleh raja Habsyi kala itu yaitu Raja Negus. Kemudian hijrah kedua yang sama ke Habsyi juga dengan diikuti oleh 101 orang dengan diantaranya 18 orang perempuan yang diketuai oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dari kejadian hijrah tersebut Raja Negus kemudian masuk islam atas kesempatan Ja’far bin Abi Thalib dalam menjelaskan ajaran islam kala itu.
  Nabi tidak ikut hijrah ke Habsyi, tetapi ia melakukan misi ke Thaif dan ditolak mentah-mentah. Hingga pada akhirnya pada tahun ke-12 kenabian terjadi pada tahun 621 Masehi, Nabi Muhammad SAW menemui rombongan haji dari Yastrib dan menyampaikan  dakwah kepada rombongan tersebut dan mereka menerima dakwah Nabi dengan dibuatlah perjanjian Aqabah 1 dan perjanjian Aqabah 2 pada tahun 622 Masehi. Pada akhirnya nabi beserta kaum mu’minin semuanya hijrah ke madinah (dulunya Yatsrib).
      Nabi di Madinah melakukan segala penataan di berbagai aspek dimana terlihat nabi mengembangkan Madinah sebagai pusat pertahanan yang strategis dan berbagai peristiwa selanjutnya pasca hijrah. Dalam kebijakannya  pada tahun pertama hijrah Nabi membangun masjid, menjalin ukhuwah, Mensensus penduduk muslim, menggalang kerukunan, membangun pasar, dan menentapkan peraturan adzan. Pada tahun kedua hijrah terjadi beberapa peristiwa perang seperti perang badar dan perang Bani Quaniqo. Pada tahun ketiga hijrah terjadi perang yaitu perang Ghatfatan dan perang uhud. Pada tahun keempat hijriah terjadi peperangan dengan bani Nadzir. Pada tahun kelima terjadi perang di Daumatul Jandal dan perag Khandaq. Pada tahun keenam terjadinya perjanjian hudaibiyah. Pada tahun ketujuh terjadi perang Khaibar. Pada tahun kedelapan hijrah adalah adanya peristiwa fathul makah. Pada tahun kesembilan ada perang Tabuk. Pada tahun kesepuluh adanya Haji Wada’. Dan pada tahun kesebelas kenabian Nabi wafat pada hari senin, tanggal 12 atau 13 rabi’ul awwal tahun 11 hijrah bertepatan dengan tgl 7 atau 8 Juni 632 masehi dengan  usia 63 tahun dikarenakan sakit demam tinggi selama 13 hari.

Komentar