Sumbangan Keilmuan dan Peradaban Islam di Eropa
Di Eropa, Islam merupakan agama terbesar kedua setelah agama Kristen. Dari total populasi, diperkirakan umat islam di Eropa berjumlah 5,4 % yang terkonsentrasi di Eropa bagian timur, terutama di Balkan dan Kaukakus. Di Eropa Barat, konsentrasi umat Islam terdapat di sekitar Prancis, Jerman dan Inggris.
Jembatan-jembatan peradaban Islam menuju barat atau daerah Eropa sendiri di jembatani dengan adanya penaklukan Andalusia, Sisilia, dan Perang Salib. Andalusia sendiri merupakan jembatan utama peradaban Islam di Eropa. Ia telah menjadi mimbar perncerahan peradaban selama delapan abad (92-897 H/711-1492 M) karena keberadaan umat muslim disana. Masuknya peradaban Islam ke Eropa melalui Andalusia ini terjadi karena politik islam yang toleran terhadap penganut agama lain yaitu Yahudi dan Nasrani. Menurut Harun Nasution pada buku Islam Kesatuan dalam Keragaman mengatakan bahwa begitu besarnya pengaruh islam sehingga pada kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Arab. Mereka terpesona dengan berbagai aspek keilmuan islam sehingga mereka memberi nama kepada budaya islam dengan nama Al-Mustaribun yang dalam bahasa Eropanya berubah menjadi Muzareb. Aktifitas penerjemahan bukuy-buku berbahasa Arab kedalam bahasa Eropa juga dilakukan terlebih di Kota Toledo selama dua abd, yaitu abad ke-12 dan abad ke-13 Masehi. Dengan demikian, Toledo menjadi pusat pengembangan ilmu islam ke dunia Barat. Penerjemah yang paling mashur sendiri adalah Jarid Al-Karimuni dan dilakukan pula oleh Alfonso X Raja Castellah (1252-1284 M) dengan membentuk lembaga pendidikan tinggi dan diterjemahkan sastra arab tersebut kedalam bahasa latin dan bahasa Castellah.
Sisilia juga merupakan jembatan penting dalam peradaban Islam menuju Eropa. Selain Sisilia sendiri kaum muslimin juga menaklukan Panormus, ibukota Sisilia pada tahun 216 H/831 M dan tetap menguasainya hingga tahun 485 M/1092 M. Disitu kaum muslimin melakukan peradaban diberbagai aspek dengan budaya islam sendiri. Penerjemahan sastra-sastra arab sendiri yang diterjemahkan kedalam bahasa latin yang menyerupai gerakan penerjemahan di Andalusia dan menyebar di universitas-universitas di Eropa termasuk Paid dan Oxford. Dibawah pemerintahan orang-orang Norman, Sisilia tumbuh dengan kebudayaan Kristen-Islam yang menarik dengan bercampurnya warisan budaya Yunani dan Romawi. Kerajaan ini pada puncaknya dalam lapangan ilmu pengetahuan dibawah Raja Roger II dan Frederick II. Pada masa Roger II lahirlah ilmuwan pada bidang ilmu bumi yaitu Al-Idrisi dan pada Frederick II menguasai Jerman pada tahun 1220 M dan ia dipandang sebagai seorang sultan Islam yang masih kristen, ia juga mendirikan Universitas Napels pada tahun 1224 M.
Perang Salib juga merupakan saksi bisu dari perkembangan islam di Eropa. Sejarah mencatat perang Salib berlangsung selama kurang lebih dua abad (490-690 H/ 1097-1291 M) dengan diakhiri jatuhnya benter terakhir pasukan Salib di tangan Mamalik. Masa peperangan ini merupakan bagian dari titik persinggungan terepentingan antara Eropa dan Islam. Mereka mengambil banyak dari apa yang ditemukan seperti ilmu, seni, dan peradaban. Ketika tentara Salib berkuasa ia membawa apa saja yang didapatkan didunia Islam seperti buku-buku ilmu pengetahuan, alat-alat medis, kompas, dan sebagainya dan mereka membawa lari segala apa yang mereka rampas dari hasil kemajuan islam.
Proses perkembangan Islam di Eropa sendiri dipengaruhi langsung oleh umat Islam dengan diterjemahkannya karya-karya Islam ke bahasa mereka. Munculnya Islam di Eropa dimulai setelah proses mundurnya Kerajaan Turki Utsmani dan itu menjadikan kekuatan besar untuk bangsa Eropa mengambil alih wilayah mereka lagi. Corak Islam sendiri tidak serta merta hilang sehingga mereka banyak mendirikan universitas dengan meniru pola Islam dan pada perkembangan selanjutnya ini melahirkan reinainsance, reformasi, dan rasionalisme Eropa. Dari gerakan reinainsance sendiri melahirkan perubahan besar dalam sejarah dunia. Pada abad ke-16 dan 17 merupakan abad terpenting bagi bangsa Eropa dan pada abad ke-17 Masehi Eropa mengalami kemunduran. Kemudian dengan adanya reinaisance Eropa bangkit dari masa kelamnya dengan ditandai Christoper Colombus pada tahun 1492 M menemukan benua Amerika dan Vasco Da Gama menemukan jalan ke Timur melalui Tanjung Harapan pada tahun 1498 M. Dengan dua temuan ini, Eropa memperoleh kemajuan dibidang perdagangan. Dan dengan bentuk revolusi diberbagai aspek, ia melancarkan pukulan terhadap kekuasaan Islam seperti Kerajaan Utsmani dan Kerajaan Mughal. Dan salah satu pusat peradaban Islam terpenting yang jatuh adalah didudukinya Prancis oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1798 M.
Kontribusi intelektual muslim terhadap Eropa sendiri sangat banyak sekali pengaruhnya yaitu pada rentang waktu sekitar tujuh abad kekuasaan islam di Spanyol dan wilayah Islam lainnya. Di Spanyol sendiri munculnya ilmuwan-ilmuwan hebat, juga beriditi yang terdiri komunitas heterogen seperti Al-Muwalladun , Ash-Shaqobilah, Yahudi, Kristen Muzareb, dan komunitas lainnya. Semua komunitas tersebut kecuali Kristen Muzareb memberikan kontribusi besar terhadap peradaban budaya Andalus di Spanyol. Kemajuan-kemajuan tersebut diantaranya:
- Filsafat, minat bidang filsafat memberikan lembaran yang sangat gemilang terutama pada penguasa Islam kelima di Andalusia yaitu Muhammad bin Abdurahman (832-886 M). Pada penguasaan Al-Hakam sendiri (961-976 M), karya karya islam banyak diimpor ke universtas dan perpustakaan di Cordova. Ilmuwan muslin yang utama pada bidang Filsafat diantaranya Abu Bakar Muhammad bin As-Sayigh atau Ibnu Bajah, Abu Bakar bin Tuffail, dan Ibnu Rusyd.
- Sains dan Ilmu Pengetahuan, Pada ilmu kedokteran, yang paling berpengaruh besar adalah Al-Razi dan Ibnu Sina juga Thabib bin Qurro’. Pada bidang ilmu farmasi dikenal ilmuwan Ibnu Al-Baythar. Pada bidang ilmu Astronomi ada Abbas bin Farnas, Ibrahim Yahya An-Naqash, Al-Battanim Al-Farghani, dan Nashirudin Al-Thusi. Pada ilmu Geografi ada Syarif Al-Idrisi, Ibnu Jubar, Ibnu Bathuthah, Ibnu Al-Khatib, dan Ibnu Khaldun. Pada bidang Fisikan diantaranya Al-Biruni dan Al-Khazini. Dan pada bidang ilmu Kimia ada Jabir Al-Hayyan dan Zakariya Al-Razi.
- Ilmu Fiqih, Pada bidang ilmu Fiqih, Spanyol menganut mazhab Maliki dengan tokoh penyebar Ziyad bin Abdurrahman, Ibnu Yahya, Abu Bakar ibn Aq-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi, dan Hazm.
- Musik dan Kesenian, Pada bidang musik ilmuwan yang berperan adalah Al-Hasan bin Nafi’ yang dijulukin Zaryab.
- Bahasa dan Sastra, Pada bidang bahasa dan sastra, bahasa Arab menjadi bahasa administrasi pada pemerintahan islam di Spanyol. Ilmuwan muslim pada bidang ini adalah Abu Ali Al-Isybili, Abu Hasan ibn Usfur, Abu Hayyan Al-Gharnathi, Ibnu Abd Rabbih, Ibnu Bassam, dan Al-Fath ibn Khaqan.
Komentar
Posting Komentar