Peradaban Jazirah Arab Pra-Islam
Peradaban islam yang berada di jazirah arab pra islam dimulai pada hikayat kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar dengan Nabi Isma’il yang kala itu masih bayi di sebuah gurun yang tandus. Nabi Ibrahim memberi bekal makanan dan minuman untuk istri dan anaknya sekadarnya. Saat Siti Hajar menyusui Nabi Isma’il dan minum dari air yang dibekalkan tersebut namun air itu telah habis, ia pun haus dan anaknya pun haus pula. Lalu Siti Hajar melihat anaknya bergulung-gulung di tanah sambal memukul-mukulkan dirinya diatas tanah itu. Karena tidak tahan melihat keadaan tersebut maka ia pergi mencari air ke puncak bukit Shafa siapa tahu ada kafilah atau orang yang lewat, kemudian ia turun dan naik ke bukit Marwah dan ia lakukan sampai 7 kali hal tersebut namun hasilnya nihil.
Siti Hajar tidak berani meninggalkan Nabi Isma’il terlalu jauh hingga ia kembali ke tempatnya semula dengan melihat Nabi Isma’il menangis. Saat Nabi Isma’il menangis dan semua keadaan di serahkan kepada Allah, lalu ada Malaikat yang menjejakan kakinya ke bumi dan dari situ keluar air yang segar yang kita kenal dengan nama mata air Zam Zam. Lalu Siti Hajar dengan kedua tangannya mengumpulkan air tersebut dengan kedua tangannya dan ditaruh ke tempat air sehingga Nabi Isma’il bisa minum ait tersebut dan berhenti menangis.
Dengan keluarnya air Zam Zam tersebut, maka daerah yang ditinggali oleh Siti Hajar tersebut menjadi subur. Kabilah Arab yang lewat situ kemudia meminta izin kepada Siti Hajar untuk bermukim disana. Dan sejak saat itu daerah yang tandus tersebut terus berkembang sehingga menjadi Kota Mekkah yang kita kenal sekarang.
Bangsa Arab dikategorikan sebagai bangsa yang nomaden dan termasuk rumpun bangsa Kauasoid dengan sub ras Mediteraniean meliputi wilayah Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia dan Irania. Bangsa arab kemudian terbagi menjadi yaitu Arab Baidah (Bangsa Arab yang telah punah) dan Arab Baqiyah (Bangsa Arab yang masih lestari). Arab Baqiyah dibagi lagi menjadi Arab Ariibah (Kelompok Qahtan di Yaman) dan Arab Musta’ribah (Sebagian besar penduduk Arab yang bertempat di bagian tengah Arab dan Hijaz).
Bangsa Arab termasuk bangsa yang banyak memeluk agama, diantaranya adalah agama Paganisme (menyembah berhala dan patung) yang paling banyak pengikutnya di jazirah Arab, agama Monotheisme (Agama Hanif) yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As yang pengikutnya tidak banyak diikuti bahkan sampai Nabi Muhammad diutus, Agama Shabiah (menyembah binatang), agama Masehi, agama Nasrani, ataupun Majusi.
Dari aspek peradaban, bangsa Arab terbagi atas peradaban yang bersifat rohani tertuang dalam banyak karya sastra dan syair-syair khas jahiliyah yang begitu dominan. Peradaban material mereka tertuang pada karya seni patung, bangunan dan lainnya. Tetapi jika diklasifikasi, bangsa Arab yang maju adalah bangsa Arab yang tinggal didaerah tertentu, bukan bangsa Arab yang nomaden yang tinggal di pesisir jazirah Arab.
Untuk kehidupan politik bangsa Arab sebelum islam, orang yang paling kuat dialah yang berkuasa sehingga sering terjadi pertumpahan darah untuk menjadikan ia sebagai yang terkuat dikabilahnya agar dia bisa menjadi pemimpin kabilah tersebut. Untuk suku Quraisy sendiri, terjadi adanya urusan-urusan politik yang berurusan dengan segala yang berhubungan dengak Ka’bah. Ada sepuluh jabatan tertinggi yang dibagi-bagikan kepada kabilah-kabilah asala Quraisy , yaitu hijabah (penjaga kunci Ka’bah), siqoyah (penjaga mata air Zam Zam untuk digunakan para peziarah), diyat (kekuasaan hakim sipil dan kriminal), sifarah (kuasa usaha negara), liwa (jabatan ketentraman), rifadah (pengurus pajak untuk orang miskin), nadwah (jabatan ketua dewan), khaimmah (pengurus balai musyawarah), khazimah (jabatan administrasi keuangan), dan azlam (penjaga panah, peramal untuk mengetahui dewa
-dewa).
Untuk kehidupan ekonomi sendiri, mayoritas bangsa arab bermata pencaharian sebagai seorang pedagang dan sedikit yang bermata pencaharian yang lainnya. Untuk kehidupan sosial bangsa arab adalah orang yang sangat menjunjung tinggi kabilahnya, mereka sangat melindungi keluarga dan warga satu sukunya. Bila seorang warganya yang dianiaya atau dilanggar haknya, maka menjadi kewajiban atas kabilah untuk menuntut bela. Bangsa arab juga mempunyai kebudayaan yang tinggi yang dapat kita lihat yaitu berdirinya kerajaan-kerajaan seperti kerajaan Saba’ atau Khimyar. Selain itu pula, penyair memiliki kedudukan yang paling tinggi dalam bangsa Arab saat itu.
Sampai saat ini peradaban bangsa Arab juga banyak mempengaruhi dunia terutama bangsa-bangsa yang beragana Islam, mulai daru karya sastra, seni dan budaya maupun bangunan dan arsitek yang terpengaruh oleh peradaban Arab. Oleh karena itu tidak salah jika ada yang mengatakan Bangsa Arab adalah bangsa yang istimewa di dunia ini
Komentar
Posting Komentar